Home » » Macam-Macam Tiang Bangunan Melayu Riau

Macam-Macam Tiang Bangunan Melayu Riau



Dalam bangunan tradisional Melayu terdapat beberapa macam tiang seperti tiang seri, yaitu tiang yang terletak pada empat sudut bangunan induk. Sastra lisan di Riau mengungkapkan tentang tiang seri seperti berikut,
Tiang seri di empat sudut
Empat cahaya di langit
Empat cahaya di bumi
Empat seri ke muka
Tempat dinding bertemu kasih
Tempat belebat bergalang ujung
Kalau tegak tiang nan empat
Kalau hutang ke anak jantan
Empat hutang ke anak betina
Empat alim berkitabullah
Empat sahabat Rasulullah
Empat alam ditunggunya
Empat asal kejadiannya

Tiang Penghulu adalah tiang yang terletak di antara pintu muka dengan tiang seri di sudut kanan muka bangunan. Dalam ungkapan dikatakan,
Tegak rumah dek tiang seri
Kokoh rumah dek tiang penghulu
Tempat bersandar datuk-datuk
Tempat bertumpu alim ulama
Tiang penghulu bertiang panjang
Lurusnya bagai alif
Nan menahan beban rumah
Nan memikul berat atap
Nan menyangga dinding belebat
Tertegak tiang penghulu
Tegak adat selilupnya
Tiang Tua adalah tiang yang terletak pada deretan kedua sebelah kiri dan kanan pintu tengah. Dalam ungkapan dikatakan,
Tiang tua sebelah kiri
Tempat kelapa dua jurai
Tiang tua sebelah kanan
Tempat selendang kain campo
Tiang tua di pintu tengah
Tempat bersandar bendul panjang
Tempat adat dipalangkan
Tempat langkah dihentikan
Tiang Tengah adalah tiang-tiang yang terdapat di sekeliling bangunan induk. Dalam ungkapan dikatakan,
Tiang tengah pemasak rumah
Terpasak kaki ke bumi
Terpasak kepala ke langit
Terpasak dengki dengan aniaya
Terpasak salah dengan silih
Tiang Bujang adalah tiang yang khusus dibuat di bagian tengah rumah. Dalam ungkapan dikatakan,
Tiang bujang di tengah rumah
Bertanduk rusa bersangkutan
Tempat membuat peluh busuk
Tempat mengusap-usap muka
Tempat menggaru-garu belakang
Tempat kenyang dilepaskan
Tiang dua belas adalah gabungan dari 4 buah tiang seri, 4 buah tiang tengah, 2 buah tiang tua, 1 buah tiang penghulu, dan 1 buah tiang bujang. Dalam ungkapan dikatakan,
Tertegak rumah tiang dua belas
Dua belas cahaya naik
Dua belas cahaya turun
Dua belas tiang dikandungnya
Dua belas bulan ditunangnya
Selain tiang-tiang utama tersebut, juga terdapat tiang-tiang pembantu, yaitu tiang tongkat, tiang sokong, dan tiang sulai atau tiang banga. Bentuk tiang-tiang tersebut bulat atau bersegi. Tiang bulat dan bersegi mempunyai makna tertentu seperti yang terungkap dalam khazanah sastra lisan.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Putri Pakning

0 komentar:

Poskan Komentar

 
My Blog : Boedak Begajol | Budaya Bangsa | Hacker Pakning
Copyright © 2011. Melayu Tolen - All Rights Reserved